13 Dampak Negatif Makanan Cepat Saji (Junk Food)

Dampak Negatif Makanan Cepat Saji (Junk Food)

Dampak Negatif Makanan Cepat Saji (Junk Food) | omkepo.com – Makanan cepat saji atau dikenal biasa dikenal dengan junk food banyak disenangi oleh berbagai kalangan. Selain rasanya yang enak dan gurih, juga cepat dalam penyajiannya.

Namun tahukah Anda dampak negatif makanan cepat saji (junk food)?

Bagi orang yang super sibuk, makanan cepat saji mungkin bisa menyelesaikan masalah mengenai “waktu adalah uang”. Tetapi satu hal yang harus menjadi pertimbangan adalah, makanan cepat saji ini disinyalir menjadi faktor penyebab berbagai penyakit pada tubuh kita. Makanan cepat saji bukanlah makanan yang menjadi sumber nutrisi tubuh Anda.

Dampak Negatif Makanan Cepat Saji (Junk Food)

Beberapa penelitian bisa memaparkan bahwa makanan cepat saji dapat mengakibatkan efek yang sangat merugikan bagi kesehatan.

Dampak Negatif Makanan Cepat Saji (Junk Food)

Untuk lebih jelasnya, simak ulasan berikut ini..

#1. Menjadi Penyebab Kanker

Bahan pengawet yang terdapat di dalam makanan cepat saji dapat memberi efek jangka panjang yang sangat berbahaya. Bahan pengawet tersebut dapat menumpuk di dalam tubuh, mempengaruhi organ – organ tubuh dan bisa menumbuhkan sel-sel kanker.

Efeknya mungkin tidak secara langsung dapat Anda rasakan. Namun konsumsi dalam intensitas waktu yang sering dan dalam jangka waktu yang lama akan membentuk sel kanker di beberapa tahun kemudian.

Ingat kanker merupakan penyakit paling mematikan di dunia yang harus anda cegah, mulailah dari mengurangi makanan cepat saji.


#2. Bisa Membuat Ketagihan

Mengkonsumsi makanan cepat saji bisa membuat Anda merasa ketagihan dan tak ingin berhenti.

Hal ini disebabkan karena pada makanan saji terdapat bahan seperti gula buatan, penyedap, dan juga pewarna makanan sehingga sangat menggugah selera.

Jika bahan makan seperti tersebut masuk terus menerus ke dalam tubuh kita, tentu efeknya akan sangat merugikan bagi tubuh dan kesehatan kita.

Kandungan penyedap pada makanan cepat saji juga bisa membuat Anda kehilangan nafsu makan apabila dikonsumsi secara terus menerus.

#3. Menyebabkan Obesitas & Diabetes

Obesitas atau kelebihan berat badan tergolong suatu penyakit yang dapat menyebabkan berbagai penyakit lain.

Makanan cepat saji mengandung banyak kalori, gula buatan dan garam yang bisa menyebabkan kegemukan atau obesitas.

Faktor lain seperti minyak goreng dan bahan pengawet yang digunakan juga membuat tubuh sulit untuk mengurainya.

Tak hanya sampai disitu, obesitas juga dapat meningkatkan resiko terjadinya penyakit jantung, diabetes, berbagai jenis kanker, sindrom tidur apneu, dan asma. Selain itu, radang sendi dan komplikasi kehamilan juga lebih sering terjadi pada orang yang mengalami obesitas.

Akibat dari obesitas itu sendiri, bisa menjadi salah satu faktor penyebab dari penyakit diabetes. Jadi secara langsung dapat dikatakan bahwa makanan cepat saji adalah salah satu makanan yang wajib dihindari oleh penderita diabetes.

Untuk mengurangi resiko terjadinya diabetes, the American Heart Association (AHA) menyarankan agar Anda mengganti minuman bersoda dengan air putih, susu rendah lemak, atau diet soda.

#4. Mengganggu Sistem Pernafasan

Obesitas sering dikaitkan dengan berbagai masalah kesehatan, salah satunya adalah mengganggu sistem pernafasan. Bahkan tanpa diagnosa dokter sekalipun, obesitas dapat menyebaban nafas terengah-engah serta nafas pendek.

Obesitas bahkan juga bisa berpengaruh sangat besar pada terjadinya penyakit asma dan sulit tidur. Penelitian terbaru yang dipublikasikan Jurnal Thorax menambahkan jika anak-anak mengkonsumsi makanan cepat saji akan meningkatkan resiko terhadap penyakit asma dan rhinitis.

#5. Menyebabkan Kerusakan Hati

Lemak trans atau minyak trans yang digunakan pada saat penggorengan makanan dapat membuat makanan menjadi lebih tahan lama dari kerusakan agar tetap bisa dikonsumsi. Namun akan menyebabkan masalah kesehatan setelah dikonsumsi.

Tubuh kita secara alami akan berusaha membersihkan kandungan atau zat-zat yang tidak berguna untuk tubuh. Zat-zat berbahaya ini akan membuat hati bekerja ekstra untuk membersihkannya. Jika hal ini berlangsung terus menerus bisa mengakibatkan kerusakan pada hati.

Penumpukan lemat trans pada tubuh juga bisa mengakibatkan Sindrom Metabolis yang diakibatkan oleh kombinasi penyakit yang terjadi di dalam tubuh.

#6. Menyebabkan Penyakit Kardiovaskular, Radang Sendi & Aterosklerosis

Kandungan sodium yang tinggi pada makanan cepat saji seperti kentang goreng, minuman bersoda atau daging olahan bisa membuat tekanan darah meningkat. Disamping itu, sodium dalam jumlah berlebihan dapat menyumbat arteri.

Kedua hal ini bisa menyebabkan kerja jantung melemah yang selanjutnya bisa mengakibatkan Anda sulit untuk berolahraga untuk menjaga kesehatan tubuh. Karena itulah mengkonsumi makanan cepat saji bisa menyebabkan kerusakan pada jantung.

Dampak Negatif Makanan Cepat Saji (Junk Food)

Sodium yang tinggi pada akanan cepat saji juga dapat berdampak pada fungsi-fungsi persendian Anda. Selain itu, kurangnya nutrisi di dalam makanan cepat saji mengakibatkan kerja persendian menurun dan lebih parah lagi Anda bisa mengalami osteoporosis.

Mengkonsumsi terlalu banyak kolesterol dapat menyebabkan terbentuknya plak lemak di dalam dinding pembuluh darah (aterosklerosis). Keadaan ini dapat menyebabkan terjadinya stroke, serangan jantung, dan kematian.

Konsumsilah diet sehat seperti gandum, buah-buahan, dan sayuran yang dapat membantu menghindari berbagai gangguan kesehatan akibat aterosklerosis.

#7. Menyebabkan Radang pada Dinding Lambung Dan Ketidaknormalan Sistem Pencernaan

Peradangan dinding lambung juga disebut PUD atau Peptic Ulcer Disease adalah penyakit yang paling sering terjadi pada lambung. Biasanya orang yang menderita penyakit satu ini sering mengalami rasa perih yang sangat di bagian lambungnya.

Makanan cepat saji yang dapat menyebabkan peradangan dinding lambung adalah pizza, dan keripik gurih.

Serat adalah satu zat yang dapat melancarkan sistem pencernaan kita. Di dalam makanan cepat saji yang kebanyakan melalui proses penggorengan dan bahan dasar yang kurang sehat dapat menyebabkan Anda kekurangan serat dalam tubuh. Kurangnya serat akan menyebabkan ketidaknormalan pada sistem pencernaan kita seperti sulit buang air besar, sembelit dan lain sebagainya.

#8. Menyebabkan Tubuh Kekurangan Nutrisi

Dampak negatif makanan cepat saji (junk food) berikutnya adalah makanan cepat saji tidak mengandung vitamin, mineral, serat atau nutrisi lainnya yang sangat dibutuhkan oleh tubuh.

Mengkonsumsi makanan cepat saji terlalu sering akan menyebabkan tubuh kekurangan banyak nutrisi. Padahal nutrisi merupakan hal yang sangat penting bagi kesehatan sistem dalam tubuh. Akibatnya tubuh atau organ-organ tertentu akan mengalami gangguan kesehatan.

#9. Menjadi Penyebab Stress

Beberapa penelitian mengungkapkan bahwa lemak dengan jumlah yang banyak dapat meningkatkan stress pada seseorang.

Dari penelitian tersebut juga menyebutkan bahwa orang yang sering mengkonsumsi makanan tinggi lemak seperti makanan cepat saji cenderung memiliki resiko terkena stress yang tinggi jika dibandingkan mereka yang tidak mengkonsumsi makanan cepat saji atau makanan rendah lemak.

#10. Menyebabkan Tekanan Darah Tinggi

Kandungan lemak jenuh yang tinggi pada makanan cepat saji akan membuat tubuh untuk bekerja sangat ekstra menyerap zat-zat tersebut. Termasuk meningkatkan detak jantung karena penyumbatan pembuluh darah yang selanjutnya menjadi penyebab tekanan darah menjadi tinggi.

Hal ini terbukti ternyata penyakit tekanan darah tinggi menjadi penyakit dengan peringkat 3 besar yang diderita oleh orang Amerika, dimana makanan cepat saji ini bersumber.

#11. Menyebabkan Kerusakan Sistem Saraf Pusat

Ada beberapa jenis sakit kepala dan berbagai faktor yang menyebabkannya. Beberapa penyebabnya dapat ditemukan di dalam makanan yang kita makan seperti garam, nitrat, MSG dan juga daging olahan.

Sebuah penelitian yang dipublikasi di Public Health Nutrition menunjukan bahwa memakan makanan siap saji dan cepat saji seperti pizza dan hamburger meningkatkan tingkat depresi yang berkaitan dengan sistem saraf.

#12. Menyebabkan Muka Berjerawat

Dampak negatif makanan cepat saji (junk food) juga bisa menimbulkan jerawat. Seringkali kita menyalahkan munculnya jerawat di muka pada coklat atau kacang-kacangan yang kita makan. Padahal sebenarnya penyebab jerawat bukanlah kacang atau coklat, penyebab jerawat menurut Mayo Clinic adalah karbohidrat.

Maka dari itu makanan cepat saji yang mengandung karbohidrat dalam jumlah yang tinggi dapat meningkatkan gula darah yang juga menyebabkan munculnya jerawat di muka.

#13. Merusak Enamel Gigi

Ketika Anda mengkonsumsi makanan cepat saji yang notabene mengandung banyak karbohidrat dan gula, bakteria yang terdapat di dalam mulut akan memproduksi asam.

Zat asam tersebut bersifat keras pada gigi. Kemudian zat asam tersebut akan merusak enamel gigi yang juga sebagai penyebab dari gigi berlubang.

Sesekali mengkonsumsi makanan cepat saji sebenarnya tidak masalah jika Anda tidak memiliki penyakit seperti jantung atau darah tinggi.

Anda bisa mengimbangi dampak negatif makanan cepat saji (junk food) dengan berolahraga dan asupan serat atau nutrisi lain yang bisa Anda dapatkan dengan mengkonsumsi buah atau sayur.

Demikian Dampak Negatif Makanan Cepat Saji (Junk Food)..

Semoga bermanfaat…

About OmKepo 73 Articles
OmKepo merupakan media bagi kamu yang suka kepo berbagai informasi menarik meliputi teknologi, gadget, kesehatan, hiburan, lifestyle dan keajaiban dunia.

Be the first to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published.