The Beatles Hanya Butuh 12 Jam Saja Untuk Membuat Satu Album

The Beatles Hanya Butuh 12 Jam Saja Untuk Membuat Satu Album

The Beatles Hanya Butuh 12 Jam Saja Untuk Membuat Satu Album | omkepo.com РLondon, 11 Februari 1963. Pagi hari keempat anak muda dari Liverpool, rhytm gitaris John Lennon, basis Paul McCartney, lead gitaris George Harrison, dan drummer Ringo Starr akan merekam album pertama grup mereka. Awal yang berat untuk bangun pagi karena kecapekan. Semalam mereka baru saja manggung di kota jauh di utara Inggris. Udara amat dingin dan John Lennon menderita flu berat, namun mereka tetap teguh pada jadwal.

The Beatles Hanya Butuh 12 Jam Saja Untuk Membuat Satu Album

Sebelum pukul 10 pagi mereka sudah hadir di studio EMI Abbey Road. Mereka menuju kantin, menyantap apa yang tersedia hari itu, meminum susu dan teh, rokok merk ‘Peter Stuyvesant’, tidak lupa pelega tenggorokan ‘Zubes’.

Proses merekam lagu boleh dikatakan “live” karena dengan hanya menggunakan peralatan BTR Tape 2-track, artinya tidak boleh ada kesalahan. Jika seorang dari mereka berbuat kesalahan dalam bernyanyi atau memainkan alat musik, maka hampir seluruh proses perekaman lagu itu harus diulang dari awal. Padahal mereka bernyanyi dengan teknik harmonisasi, antar vokalis dengan vokalis lainnya tidak boleh sampai fals. Untuk editing di studio hanya ada gunting. (Sebagai perbandingan, pada masa kini studio modern memiliki peralatan multi-track, setiap jenis vokal suara dan alat musik direkam satu per satu, editing juga menggunakan komputer dan auto-tune. Namun pada tahun 1963 mereka tidak memiliki fasilitas canggih itu.)

Menurut rencana album akan terdiri dari 14 lagu yang dirilis di Inggris dalam bentuk keping piringan hitam side A berisi 7 lagu dan side B juga 7 lagu. Mereka sudah punya empat lagu single sebelumnya “Love Me Do“, “PS I Love You“, “Ask My Why” dan “Please Please Me“. Mereka kini akan merampungkan 10 lagu lagi.

The Beatles Hanya Butuh 12 Jam Saja Untuk Membuat Satu Album

Pukul 10 pagi tepat The Beatles mulai dengan lagu karangan John Lennon, judulnya “There’s A Place” dengan harmonisasi 2 suara, Paul McCartney sebagai vokal utama dan John Lennon membacking-nya. Pada refrain tiba-tiba mereka bertukar peran, John Lennon yang memegang vokal utama dan Paul McCartney gantian mem-backingnya. Ciri khas the Beatles yang sulit ditemui pada grup lain hingga saat ini! Lagu itu dibawakan, dinyanyikan, & direkam berulang-ulang sebanyak 13 kali hingga dirasa sempurna (istilahnya “13 takes”).

Mereka melanjutkan dengan lagu “I Saw Her Standing There“, karangan Paul McCartney, ia mengambil vokal utama dan John Lennon mem-backing-nya. Meskipun mengambil 9 kali take, namun mereka memutuskan bahwa Take 1 (pengambilan pertama) yang paling bagus.


Baca Juga:

    Sekarang sudah pukul satu siang, waktunya untuk break makan siang, tapi the Beatles punya rencana lain. Mereka melewatkan makan siang mereka, dan terus latihan. Menurut petugas operator tape EMI Richard Langham, hal ini belum pernah terjadi sebelumnya di studio itu oleh artis lainnya.

    Sesi kedua dimulai pukul 02:30 siang. The Beatles merekam “A Taste Of Honey” (5 takes) dengan Paul McCartney sebagai vokal utama. Lagu berikutnya adalah “Do You Want To Know A Secret“, dinyanyikan oleh George Harrison dan direkam dalam 8 kali takes, dengan John Lennon bernyanyi sebagai backing vocal di kedua lagu itu.

    Setelah dua lagu itu rampung, John Lennon merekam overdub track harmonika untuk lagu “There’s A Place”, dan tepuk tangan riang untuk lagu “I Saw Her Standing There”. Setelah itu, mereka melanjutkan dengan lagu karangan mereka sendiri yg berjudul “Misery” dengan duet dari Lennon & McCartney di sepanjang lagu.

    The Beatles Hanya Butuh 12 Jam Saja Untuk Membuat Satu Album
    Lenon Plays Harmonica

    John Lennon terus meminum susu untuk mengurangi dampak sakit flu di tenggorokannya. Menyadari bahwa John Lennon tidak akan bertahan lama, ketiga rekan lainnya tidak membuang-buang waktu. Mereka bermain sebaik mungkin, layaknya nyawa mereka bergantung pada sesi rekaman ini. Kesan ‘terburu-buru’ terdengar pada semua lagu di album ini, justru menambah sisi artistik dan fresh penuh energi khas The Beatles.

    Sesi ketiga dimulai pukul 07.30 malam. The Beatles merekam lagu “Hold Me Tight” (lagu ini kemudian tidak dimasukkan dalam album ini, melainkan ke album berikutnya). Mereka memainkan lagu ini dalam 13 kali takes, namun hanya 2 yang berhasil dimainkan dari awal hingga akhir.

    The Beatles Hanya Butuh 12 Jam Saja Untuk Membuat Satu Album

    The Beatles semakin ngebut. Mereka merampungkan lagu “Anna” dalam 3 kali takes dengan John Lennon sebagai vokal utama. Jika kita dengarkan dengan seksama, akan terdengar suaranya sudah kasar akibat sakit flu yang dideritanya.

    Drummer mereka Ringo Starr menyanyikan lagu “Boys“, dengan diikuti oleh sorakan ketiga rekannya saat refrain. Sempurna hanya dalam satu kali take.

    Mereka lanjut: empat kali pengambilan lagu “Chains” oleh George Harrison; kemudian John Lennon menyanyikan lagu bertempo lebih lambat “Baby It’s You” (3 takes). Keduanya di-backing vocal oleh rekan lainnya yang tidak mengambil vokal utama.

    Sekarang pukul 10:00 malam; dan seharusnya — ya, seharusnya — studio rekaman EMI tutup. Namun the Beatles berhasil negosiasi dengan staff EMI untuk merampungkan lagu terakhir : “Twist and Shout“. Lagu ini biasa mereka bawakan untuk menutup konser, dan sekarang mereka akan mengalirkan seluruh energi yang tersisa ke dalam lagu bertempo cepat ini.

    John Lennon membuka bajunya, ia kini bertelanjang dada. Secara gagah John Lennon mengambil alih vokal utama, ia bernyanyi lantang dengan tenggorokan babak belur.
    Mereka berhasil merekam Take 1, namun pada Take 2 terpaksa dihentikan di tengah jalan karena suara John Lennon sudah parah tidak tertahankan lagi. Akhirnya mereka menggunakan lagu “Twist & Shout” versi Take 1 untuk dimasukkan dalam album.
    Hingga beberapa bulan ke depan, John Lennon mengatakan bahwa suaranya berubah sejak malam itu dan setiap kali ia menelan, ia merasakan tenggorokannya terasa kasar seperti kertas amplas.

    Mereka tidak tahu bahwa teriakan lantang ‘tenggorokan babak belur’ oleh John Lennon pada hari itu di masa mendatang akan menjadi contoh yang dianggap ‘sempurna’ bagi vokalis musik hard-rock & metal.

    Para sound engineer dan kru studio EMI Abbey Road yang terpana menyaksikan semangat The Beatles yang tak kenal lelah, spontan berdiri, berteriak riuh dan bertepuk tangan setelah akhir sesi : pukul 10:45 malam hari.

    Hingga kini di studio EMI Abbey Road, kisah merekam satu album secara marathon hanya dalam 12 jam telah menjadi legenda.

    The Beatles Hanya Butuh 12 Jam Saja Untuk Membuat Satu Album

    Album itu diberi judul “Please Please Me” yang diluncurkan di bawah bendera anak perusahaan EMI yaitu Parlophone. Biaya untuk membuat album itu hanya tidak lebih dari 400 poundsterling; uang ‘kecil’ karena budget setahun Parlophone adalah 55.000 poundsterling.

    Album itu sukses besar, bertahan di puncak tophits selama 30 minggu sebelum dilengserkan oleh album kedua mereka sendiri “With The Beatles”. Tidak bisa dipungkiri album ini menjadi tonggak pertama dari deretan kisah sukses grup musik The Beatles.

    Referensi

    The Beatles Hanya Butuh 12 Jam Saja Untuk Membuat Satu Album

    Tahun 2013 kemarin, 10 artis & grup muda memperingati 50 tahun rekaman ini dilangsungkan; dengan peralatan modern mereka mencoba meniru menyanyikan 10 lagu di studio tempat kejadian legendaris ini hanya dengan 12 jam saja. Mereka tahu hal ini tidak mudah, padahal mereka bergantian menyanyikannya lagu demi lagu. Sedangkan 50 tahun lalu, The Beatles sanggup mengerjakan rekaman seluruh 10 lagu itu sendirian: hanya 4 personil mereka sendiri.

    The Beatles sudah menunjukkan jika memang ada niat & kemauan, maka pasti ada jalan.

    Bagaimana dengan kita?

    Demikian artikel The Beatles Hanya Butuh 12 Jam Saja Untuk Membuat Satu Album.

    Semoga bermanfaat..

    About OmKepo 74 Articles
    OmKepo merupakan media bagi kamu yang suka kepo berbagai informasi menarik meliputi teknologi, gadget, kesehatan, hiburan, lifestyle dan keajaiban dunia.

    Be the first to comment

    Leave a Reply

    Your email address will not be published.